Dari samping

Fakultas, Teknik. Jurusan, Elektro. Alamat, Jl. Prof. H. Soedharto, SH Tembalang

Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Undip

Fakultas, Teknik. Jurusan, Elektro. Alamat, Jl. Prof. H. Soedharto, SH Tembalang

Gedung B Teknik Elektro

Fakultas, Teknik. Jurusan, Elektro. Alamat, Jl. Prof. H. Soedharto, SH Tembalang

Gedung A Teknik Elektro

Gedung Elektro Undip

Saturday, 29 August 2015

Instalasi Listrik

Download Materi Iluminasi 

Peralatan Energi Listrik: Pencahayaan
Diagram Instalasi Listrik




Gejala Medan Tinggi

GEJALA MEDAN TINGGI
a] Medan Magnet ialah ruang disekitar magnet dimana tempat benda-benda tertentu mengalami gaya magnet.
[b] Medan Listrik adalah efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik, seperti elektron, ion, atau proton, dalam ruangan yang di sekitarnya. Medan listrik memiliki satuan N/C atau dibaca newton/coulomb.
[c] Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium.
Ruang Bebas :
Ruang yang dibatasi oleh bidang vertical dan horizontal disekeliling dan disepanjang konduktor SUTT atau SUTET dimana tidak boleh ada benda didalamnya demi keselamatan manusia, makhluk hidup dan benda lainnya serta keamanan operasi SUTT dan SUTET.
Masyarakat Pekerja :
orang dewasa yang umumnya terpapar dan tak terlindung dari medan elektromagnet pada kondisi yang diketahui, dan dilatih untuk peduli terhadap resiko potensial yang mungkin timbul serta mengambil tindakan pencegahan yang memadai.
Masyarakat umum :
perorangan dari semua umur dan berbagai status kesehatan serta dapat mencakup kelompok atau perorangan yang secara khusus terpapar dan tak terlindung dari medan electromagnet.
Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) :
saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat telanjang (konduktor) di udara bertegangan
nominal di atas 35 kV sampai dengan 230 kV.
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) :
saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat telanjang (konduktor) di udara bertegangan
nominal di atas 230 kV atau mempunyai tegangan tertinggi untuk perlengkapan di atas 245
kV.
Jarak bebas minimum horizontal dari sumbu vertikal menara/tiang :
jarak terpendek secara horizontal dari sumbu vertikal menara/tiang ke bidang vertikal ruang
bebas; bidang vertikal tersebut sejajar dengan sumbu vertikal menara/tiang dan konduktor.
Jarak bebas minimum vertikal dari konduktor :
jarak terpendek secara vertikal antara konduktor SUIT atau SUTET dengan permukaan bumi
atau benda di atas permukaan bumi yang tidak boleh kurang dari jarak yang telah ditetapkan
demi keselamatan manusia, makhluk hidup dan benda lainnya serta keamanan Operasi
SUTT dan SUTET.
Lapangan terbuka atau daerah terbuka :
kawasan di mana:
· tidak terdapat tanaman/tumbuhan dan benda lainnya, atau
· terdapat tanaman/tumbuhan dan benda lainnya yang tingginya tidak melebihi 4 (empat)
meter.
SirkitTunggal :
Sirkityang mempunyai system fase tiga dengan tiga buah konduktor atau buah bundle konduktor fase, konfigurasi horizontal tiga.
Sirkitganda :
Sirkit yang mempunyai dua system fase tiga, yang masing-masing sirkit terdiri atas tiga buah konduktor atau tiga buah bundle konduktor fase, konfigurasi vertical.
Jarak minimum vertical dari konduktor pada
[a] rel kereta api
[b] bangunan
[c] lapangan terbuka
[d] perkebunan
[e] kapal laut
lokasi
SUTT
SUTET

66 kV
(m)
150 kV
(m)
275 kV
(m)
500 kV
(m)
rel kereta api
12,5
13,5
15,0
18,0
bangunan
4,5
5,0
7,0
9,0
lapangan terbuka
7,5
8,5
10,5
12,5
perkebunan
8,0
9,0
11,0
15,0
kapal laut
3,0
4,0
6,0
8,5
Contoh metode-metode teknis yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak paparan medan listrik dan medan magnet SUTET :
1. Mengusahakan agar setiap rumahberlangit-langit.
2. Menanam pepohonan sebanyak mungkin disekitar rumah pada lahan yang kosong.
3. Bagian atap rumah yang terbuat dari atap logam, seharusnya ditanahkan (digroundkan).
4. Penduduk disarankan tidak berada diluar rumah terutama pada malam hari, karena pada saat itu arus yang mengalir pada kawat penghantar sutet lebih tinggi dari pada siang hari
5. Disarankan tidak membuat jemuran yang atasnya bebas sama sekali dari pepohonan.
6. Disarankan membuat jemuran bukan berasal dari kawat dan tiang besi, lebih baik menggunakan kayu, bambu, tali plastic.
7. Kalau terpaksa membuat jemuran yang menggunakan bahan konduktor maka harus ditanahkan;
8. Saluran intercom hendaknya jauh dari SUTET.
9. Bila atap bukan dari bahan logam (genting, asbes, sirap) maka usahakan atap tersebut tidak terdapat bahan logam (misalnya antenna tv, talang seng).
10. Jangan memasang antenna tv atau radio (orari) diatap rumah.
11. Usahakan tidak terdapat bahan-bahan yang bersifat konduktor berada diteras rumah yang bertingkat dibawah SUTET.      

Energi Baru dan Terbaharukan

8 Sumber Energi Terbarukan di Indonesia


Daftar 8 jenis sumber energi terbarukan di Indonesia yang layak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia.Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi energi terbarukan (renewable energy) yang sangat melimpah. Sayangnya sumber-sumber energi terbarukan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

Energi terbarukan adalah sumber energi yang cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. Energi terbarukan dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alami tidak akan habis bahkan berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Energi terbarukan kerap disebut juga sebagai energi berkelanjutan (sustainable energy).

Konsep energi terbarukan mulai dikenal di dunia pada era 1970-an. Kemunculannya sebagai antitesis terhadap pengembangan dan penggunaan energi berbahan fosil (batubara, minyak bumi, dan gas alam) dan nuklir. Selain dapat dipulihkan kembali, energi terbarukan diyakini lebih bersih (ramah lingkungan), aman, dan terjangkau masyarakat. Penggunaan energi terbarukan lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan di banding energi non-terbarukan.

Daftar Sumber Energi Terbarukan di Indonesia


Energi Terbarukan
Energi Terbarukan

Jenis sumber energi terbarukan (renewable energy) yang dimiliki Indonesia cukup banyak. Jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik diyakini dapat menggantikan energi fosil. inilah daftar 8 sumber energi terbarukan di Indonesia yang dapat dimanfaatkan.

1. Biofuel

Biofuel atau bahan bakar hayati adalah sumber energi terbarukan berupa bahan bakar (baik padat, cair, dan gas) yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Sumber biofuel adalah tanaman yang memiliki kandungan gula tinggi (seperti sorgum dan tebu) dan tanaman yang memiliki kandungan minyak nabati tinggi (seperti jarak, ganggang, dan kelapa sawit).

2. Biomassa

Biomassa adalah jenis energi terbarukan yang mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme yang hidup atau belum lama mati. Sumber biomassa antara lain bahan bakar kayu, limbah dan alkohol. Pembangkit listrik biomassa di Indonesia seperti PLTBM Pulubala di Gorontalo yang memanfaatkan tongkol jagung.

3. Panas Bumi

Energi panas bumi atau geothermal adalah sumber energi terbarukan berupa energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam bumi. Energi panas bumi diyakini cukup ekonomis, berlimpah, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Namun pemanfaatannya masih terkendala pada teknologi eksploitasi yang hanya dapat menjangkau di sekitar lempeng tektonik. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dimiliki Indonesia antara lain: PLTP Sibayak di Sumatera Utara, PLTP Salak (Jawa Barat), PLTP Dieng (Jawa Tengah), dan PLTP Lahendong (Sulawesi Utara).

4. Air

Energi air adalah salah satu alternatif bahan bakar fosil yang paling umum. Sumber energi ini didapatkan dengan memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki air. Sat ini, sekitar 20% konsumsi listrik dunia dipenuhi dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Di Indonesia saja terdapat puluhan PLTA, seperti : PLTA Singkarak (Sumatera Barat), PLTA Gajah Mungkur (Jawa Tengah), PLTA Karangkates (Jawa Timur), PLTA Riam Kanan (Kalimantan Selatan), dan PLTA Larona (Sulawesi Selatan).

Sarana

Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
Pengelolaan infrastuktur yang ada di Jurusan Teknik Elektro, berada langsung di bawah kendali fakultas, jurusan mengusulkan dalam DURK dan mengawasi pada pelaksanaannya.
Pada dasarnya tidak ada gedung atau ruang kuliah yang dimiliki secara ekslusif oleh jurusan kecuali laboratorium yang spesifik, ruang administrasi dan ruang dosen. Ruang kuliah bisa digunakan oleh jurusan lain demikian juga laboratorium dan perpustakaan dapat digunakan bersama dengan jurusan lain.
Pemeliharaan dilakukan oleh fakultas dengan sesuai dengan usulan jurusan. Prosedur pelaksanaan pemeliharaan sesuai dengan aturan pedoman pengadaan barang dan jasa instansi pemerintah.
Ketersediaan dan kualitas gedung, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan.
Infrastruktur (sarana dan prasarana) cukup memadai, baik kuantitas maupun kualitasnya, terutama untuk Proses Belajar Mengajar (PBM). Gedung yang dimiliki Jurusan Teknik Elektro terdiri dari Gedung Administrasi (A) dan Gedung Kuliah (B) yang masing-masingnya berlantai 3. Rasio ruang terhadap mahasiswa sangat memadai, yaitu 2,206: 405 atau 5,45 m2 per mahasiswa.
Fasilitas ruang kuliah, selain perlengkapan standart, juga dilengkapi dengan AC, OHP, Komputer, LCD Projector dan sound system. Laboratorium, perpus­takaan, ruang seminar ruang ujian, lab mini bahasa inggris sudah dilengkapi dengan pendingin udara (AC) untuk kenyamanan. (Butir 6 borang).
Untuk keadaan darurat dimana catu daya PLN mati, telah disediakan genset, sehingga tidak akan mengganggu PBM.
Laboratorium di Jurusan Teknik Elektro, keempat konsentrasi memiliki sarana pendukung 5 laboratorium. Kelima laboratorium di bawah Jurusan Teknik Elektro memadai dan memiliki utilitas yang optimal dan telah memenuhi standar minimum laboratorium Teknik Elektro program sarjana yang dikeluarkan oleh DEPDIKNAS tahun 2004 (lampiran E8). Selain itu, sejumlah fasilitas lain untuk mahasiswa dapat disebutkan, antara lain: ruang HME dan biro-biro, areal parkir, sarana olahraga dan sarana ibadah.
Fasilitas komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian
Fasilitas perangkat keras IT di Jurusan Teknik Elektro adalah terminal akses ke LAN SIFT yang terdiri dari puluhan komputer yang terdistribusi di ruang dosen, administrasi, lab, HME, ruang kuliah, ruang seminar dan  terminal akses untuk mahasiswa. Disamping itu ada fasilitas hotspot , yang dapat diakses melalui fasilitas wifi.
SIFT (Sistem Informasi Fakultas Teknik) adalah jaringan LAN Fakultas yang memiliki fasilitas IT untuk keperluan berbagai aplikasi dan terhubung ke internet. Dengan Internet, akan menambah dan memperkaya materi perkuliah­an serta memberikan ide penelitian bagi dosen dan mahasiswa.
Salah satu aplikasi SIFT yaitu Sistem Informasi Akademik (SIA) cukup membantu untuk memperlancar proses belajar-mengajar. Sedangkan fasilitas (hardware/software) yang ada di Laboratorium di bawah Jurusan Teknik Elektro  sangat mendukung penelitian dosen dan mahasiswa.
Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana
Sistem pemanfaatan prasarana telah diatur dan ditetapkan oleh pihak fakultas, namun Jurusan Teknik Elektro diberi wewenang untuk melengkapi prasarana atas usaha sendiri, sehingga dapat menjamin keberlanjutan dari ketersediaan. Alumni dan kerjasama industri banyak membantu dalam hal melengkapi sarana yang ada, terutama untuk buku dan alat laboratorium.
Fasilitas infrastuktur untuk kegiatan akademik yang ada sekarang dan rasionya terhadap jumlah mahasiswa dan staf pengajar, masih mencukupi namun masih memerlukan peningkatan kelengkapannya agar kinerja meningkat dan lebih meningkatkan kegiatan PBM dan Tridharma Perguruan Tinggi.
Keberlanjutan pengadaan, pemeliharaan, dan pemanfaatannya.
Keberlanjutan pengadaan dan pemeliharaan dilakukan menurut ketersediaan dana rutin yang dikelola fakultas dan diusulkan oleh jurusan melalui DIPA pada tahun sebelumnya. Pada pelaksanaannya jurusan memiliki wakil di fakultas yang duduk sebagai panitia pengadaan barang dan jasa.  Melalui prosedur pengadaan barang dan jasa instansi pemerintah, pengadaan infrastruktur dan peme­liharaannya dilaksanakan.

suasana-kuliah

Gedung dan Lab Elektro Undip



Mesin Listrik I

Download Materi Kuliah Berikut
Pendahuluan
Kuliah 1
Kuliah 2
Kuliah 3
Kuliah 4
Kuliah 5
Kuliah 6
Kuliah 7
Kuliah 8
Kuliah 9
Kuliah 10
Kuliah 11
Kuliah 12
Kuliah 13
Kuliah 14

Atau download semua file dalam 1 folder
DOWNLOAD
Mediafire    Dropbox

Friday, 28 August 2015

Termodinamika dan Penggerak Awal



PRINSIP-PRINSIP TERMODINAMIKA

Hukum I Termodinamika

Pada penerapan Hukum I Termodinamika dalam suatu proses, dibedakan antara sistem dan lingkungan. Bagian dimana proses tersebut berlangsung disebut sebagai sistem, sedangkan segala sesuatu di luar sistem disebut lingkungan. Hukum ini berlaku tidak hanya pada sistem saja tetapi juga pada lingkungan. Dalam bentuk dasar, dapat ditulis sebagai :

...(15.1)

Jika antara sistem dan lingkungan tidak terjadi perpindahan massa, maka sistem dikatakan tertutup dan massa konstan. Untuk sistem seperti ini, semua energi yang berpindah antara sistem dan lingkungan berbentuk panas dan kerja, sehingga persamaan (15.1) dapat dijabarkan menjadi :

...(15.2)

...(15.3)

Bila panas bernilai positif untuk panas yang masuk sistem dan kerja bernilai positif untuk kerja yang dilakukan sistem, maka :

...(15.4)

Berarti bahwa perubahan energi total sistem sama dengan panas yang ditambahkan pada sistem dikurangi oleh kerja yang dilakukan sistem.
Persamaan di atas berlaku untuk perubahan yang terjadi pada sistem tertutup. Sistem tertutup juga seringkali menjalankan proses dimana tidak ada perubahan energi potensial dan kinetik sehingga persamaan (15.4) menjadi :

...(15.5)

Proses Aliran Steady State

Persamaan (15.5) terbatas pemakaiannya pada proses dengan massa konstan dimana hanya terjadi perubahan energi dalam saja. Untuk proses-proses pada industri yang melibatkan aliran mantap melalui peralatan-peralatan diperlukan penjabaran Hukum I Termodinamika yang lebih umum. Keadaan mantap berarti bahwa kondisi pada semua titik dalam peralatan konstan terhadap waktu. Sehingga persamaan (15.4) kemudian menjadi :

...(15.6)

Pada penerapannya secara termodinamika, energi potensial dan energi kinetik sangatlah kecil dibandingkan dengan elemen yang lainnya dan dapat diabaikan. Selain itu, pada turbin semua perpindahan panas diabaikan sehingga persamaan (15.6) berubah menjadi :

...(15.7)

dimana kerja turbin (ditandakan dengan minus) masih dalam dasar unit massa yang mengalir. Dengan memasukkan variabel m (massa) maka persamaan (15.7) dapat ditulis menjadi :

...(15.8)

dimana:
W = kerja/daya turbin (kW)
m = massa (kg/s)
h1 = entalpi uap yang masuk kedalam turbin (kJ/kg)
h2 = entalpi uap yang meninggalkan turbin (kJ/kg)
Persamaan inilah yang kemudian akan dipakai selanjutnya pada perhitungan daya turbin.